Sabtu, 08 September 2012

Musik Heavy Metal Bikin Otak Depresi

Pintar-pintarlah memilih jenis musik kesukaan. Sekali pun musik dinilai mampu memengaruhi perkembangan otak lebih baik, namun sebagian jenisnya ternyata berperan membuat depresi pendengarnya. Jenis musik ini adalah heavy metal.
Ciri umumnya adalah memiliki nada yang menghentak, raungan gitar elektrik yang begitu kental, dan gebukan drum terdengar cepat. Suara vokalisnya sering terdengar mencapai lengkingan nada tertinggi ketika menyayikan lirik lagu.
Hubungannya dengan depresi, menurut penelitian Melbourne University, musik heavy metal kerap dijadikan “pendamping” di saat hati sedang merasa tersakiti. Sehingga, musik ini bukannya menyembuhkan tetapi justru membuat makin depresi. Pendengarnya menjadikan musik ini untuk sejenak lari dari permasalahan hidup.
Dalam penelitian yang dilakukan Katrina McFerran  selama lima tahun ini, dia mendapati beberapa remaja usia 13-18 tahun harus mengalami sakit mental gara-gara “teracuni” musik metal. Mereka juga mendengarkan musik ini dbarengi perilaku yang negatif. Itulah yang akhirnya justru mendatangkan keburukan.
“Remaja yang memiliki risiko depresi lebih mungkin untuk mendengarkan musik metal terutama yang bergere heavy metal dalam cara yang negatif,” ujar Katrina pada Herald Sun.
Dari penelitian Katrina, rasa depresi tidak ditemukan pada pendengar di genre musik lainnya. Oleh karena itu, diharapkan orang tua segera memerhatikan anak mereka jika ketahuan mendengarkan musik heavy metal. Bisa jadi ada permasalahan yang dipendamnya dan segera perlu pendampingan untuk bangkit menghadapi masalah di dunia nyata.

2 komentar:

  1. sok tau nie -_-

    BalasHapus
  2. dengerin heavy metal bikin tenang dan bukan tempat untuk lari dari masalah

    BalasHapus